Pilih Laman

Mungkin anda pernah dengar istilah brute force atau anda sudah mengalaminya. Di dalam dunia internet brute force sudah sangat umum dikenal. Brute force akan menyerang siapa saja yang menggunakan ip publik di server maupun router mereka. Apalagi bagi administrator network, brute force sudah tidak asing lagi.

Nah lalu apakah brute force itu ?

Brute force itu adalah sebuah serangan yang menggunakan aplikasi untuk mencari kombinasi user dan password dari sebuah server ataupun router. Berikut contoh serangan Brute force

bruteforce

Apakah berbahaya ?

Tentu saja berbahaya, orang yang tidak kita kenal mengetahui user dan password perngkat kita, dia bisa merubah rubah server dan router kita, bahkan dia bisa merusak system kita.

Bagaimana mengatasi serangan bruto force ?

Berikut saya berikan beberapa cara nya :

Hal yang utama adalah mengganti user dan password dari default user. User default biasanya admin ataupun root, sebaiknya user anda jangan dua kata tersebut, begitu juga dengan password, buatlah kombinasi huruf besar, angka, simbol dan minimal 8 karakter, dan bukan merupakan kata-kata umum seperti tanggal lahir atau singkatan singkatan umum.

Yang kedua, gantilah default port system login server atau router anda, brute force biasanya menyerang menggunakan port ssh yaitu port 22 , kemudian port telnet yaitu port 23 dan port http yaitu port 80. Atau anda disable aja service nya bila tidak anda gunakan.

Yang ketiga buatlah system log monitoring baik notifikasi ke email ataupun via sms. Jadi anda segera mengetahui jika ada orang lain yang akan mencoba login ke perangkat kita dan bisa cepat mengatasinya.

Yang keempat, sering seringlah anda melihat log perangkat anda, walaupun hal-hal diatas sudah dilakukan, kita harus tetap memonitor, bisa saja masih bisa di tembus oleh berbagai cara yang lain.

Jadi intinya agar jaringan anda aman dari serangan brute force,  selalulah tetap  monitoring, karena faktor manusia adalah hal terpenting untuk menjaga keamanan network anda.

Shares