Pilih Laman

Bagi admin warnet atau jaringan tentu sering mengalami user yang sering-sering ganti ip address sendiri. Sehingga merepotkan anda untuk melimit bandwith suatu ip atau Policy  lainnya yang sudah anda buat jadi berantakan. Di mikrotik ada features arp yang bisa anda buat static, sehingga user tidak bisa terhubung ke jaringan jika dia mengganti ip yang sudah kita tentukan. langsung saja, Tahap pertama yang anda buat adalah membuat static arp untuk host atau client yang sudah anda tentukan ip nya. cara buat static adalah buka IP>>ARP  ,  klik kanan pada ip arp lalu klik “Make Static” arp1 lakukan hal sama untuk semua host atau client.

Bagaimana dengan DHCP ?

Untuk host atau client  yang mendapat ip dari DHCP Server di mikrotik , anda tinggal mencentang ”  Add ARP For Leases ” pada menu DHCP Server arp2

 

Langkah yang terakhir adalah mengganti mode ARP di Interface yang menuju lan anda atau interface yang dijadikan DHCP Server . Pilih mode  “reply-only”   seperti gambar berikut arp3 Selesai sudah , user tidak bisa lagi mengganti ip mereka , dan jika ada host atau client baru , maka anda harus add arp secara manual.

Jadi prinsip kerja konfigurasi ini adalah, Router Mikrotik tidak akan pernah melakukan ARP Request untuk IP address-IP Address yang tidak ada di dalam tabel ARP-nya. Karena Interface yang digunakan untuk Interface DHCP yang sekaligus sebagai interface gateway hanya mampu melakukan ARP-Reply saja. Sehingga router Mikrotik hanya akan meneruskan packet ke tujuan yang sudah ada di ARP table-nya.

Shares